• SEJARAH SUBANG

    Seperti halnya daerah lain, wilayah Subang juga telah mengalami berbagai fase sejarah yang unik. Bebagai fase sejarah yang telah dilalui tersebut telah membentuk wajah Subang saat ini...

  • PESONA SUBANG

    Pesona daerah Ciater, Subang, Jawa Barat bukan hanya pemandian air panasnya saja. Keindahan panorama lereng Gunung Tangkuban Perahu menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Menanti munculnya sang fajar adalah waktu yang sangat tepat Anda berkunjung ke sini...

  • MUSEUM WISMA KARYA

    Ulang tahun Subang baru saja berlalu begitu saja, dan tak banyak orang yang tahu catatan sejarah mengapa tanggal itu dijadikan hari lahir kota ini. Padahal, tepat di pusat kota ini, di titik paling strategis di kota ini, hal itu dapat ditelusuri...

  • WONDERFUL SUBANG

    Subang, sebuah kota unik di pesisir utara pulau jawa. Kota ini memiliki landscape yang lengkap mulai deretan pegunungan di sebelah selatan, dataran rendah di tengah dan hamparan pantai di utara jawa (Pantura) di tambah denga kekayaan flora dan fauna yang menakjubkan. Beragam seni budaya yang dimilikinya menjadikan Subang kota yang memilki potensi pariwisata yang besar untuk berkembang...

Ihhh..... Ada "Buto" ikuti Subang Carnival 2013


Subang Carnival 2013 kembali digelar, event tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Subang yang ke-65 ini menarik perhatian ribuan warga dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Subang. 

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi itu diawali dengan konvoi puluhan kendaraan hias yang berasal dari instansi pemerintahan, kecamatan, dan desa di Kabupaten Subang. Masing – masing kendaran dihias menurut potensi  atau keunikan daerahnya masing – masing. 



Kendaraan hias dari daerah pantura misalnya  dibentuk menjadi ikan raksasa atau perahu nelayan yang menunjukkan potensi kelautan daerah tersebut. Sedangkan daerah Selatan Subang banyak yang menghias kendaraannya dengan berbagai hasil pertanian seperti buah-buahan, bunga dan hasil tani lainnya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. 





Acara semakin meriah dengan turut sertanya ribuan pelajar, seniman, komunitas unik dan berbagai pihak yang turut serta dalam acara tersebut dengan kostum yang bereaneka ragam dengan corak yang meriah pula. Diantaranya ada puluhan sepeda ontel lengkap dengan pengayuh sepedanya yang berpakaian ala jaman dulu. Ada pula segerombolan orang yang menamakan dirinya “dayak pantura” yang berpakaian unik yang menurut mereka mirip suku dayak di Kalimantan.





Bukan hanya itu, gerombolan buto juga membuat acara menjadi semakin seru. Ibu-ibu yang ternyata biduan ini dengan sukarela wajahnya dilukis sehingga mirip buto jadi-jadian. Tingkah polah mereka mengundang gelak tawa yang menyaksikannya.

Kemeriahan acara semakin terasa ketika berbagai jenis kesenian dipertontonkan oleh setiap daerah. Kesenian sisingaan, mamanukan, jaipong, angklung dan kesenian khas lainnya menjadi tontonan yang sangat menarik bagi para wisatawan. Atraksi marching band dari ratusan pelajar juga menjadikan suasana lebih meriah.





Namun yang menjadi daya tarik utama acara karnaval itu adalah puluhan anak kecil yang membawakan tarian Sisingaan yang merupakan kesenian khas Subang. Dengan luwes dan lucu mereka menari sambil mengusung boneka singa. Meskipun kadang beberapa gerakan mereka tidak kompak, tapi justru kesalahan gerak tari yang mereka tampilkan malah menjadi hiburan tersendiri bari para pengunjung dan mengundang gelak tawa. Yang tak kalah menarik, selain sisingaan anak-anak kecil juga ada yang menampilkan kesenian angklung, alat musik khas Jawa Barat. 




Karnaval yang berlangsung di sepanjang jalan Otoiskandardinata kota Subang ini berlangsung sekitar 4 jam. Acara yang sudah menjadi event wisata tahunan kabupaten Subang ini membuat kemacetan dibeberapa ruas jalan disekitar tempat acara. Namun hal ini tidak menyurutkan minat ribuan warga untuk menyaksikannya.

Selain acara pawai budaya ini dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Subang yang ke-65 juga digelar berbagai pentas seni lainnya, termasuk pagelaran Wayang Golek semalam suntuk.

Status Tangkuban Parahu Kembali Normal

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencabut status waspada Gunung Tangkuban Parahu. Terhitung pukul 16.30 WIB (18 Maret 2013), status Tangkuban Parahu diturunkan kembali menjadi normal atau level I. Mulai hari selasa, tanggal 19 Maret 2013 TWA Tangkuban Parahu pukul 10.00 mulai dibuka kembali untuk umum.

"Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi, visual, pengukuran gas, suhu kawah dan tanah serta analisis data, maka status Gunung Tangkuban Parahu diturunkan dari waspada jadi normal," kata Kepala PVMBG Surono di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Senin (18/3/2013).

Dari segi kegempaan jumlahnya kini sangat sedikit jika dibanding beberapa waktu lalu. Terhitung 14-18 Maret tercatat hanya ada 1 kali gempa vulkanik dalam, 14 gempa vulkanik dangkal, serta 5 gempa tektonik jauh. Bahkan sejak 8 Maret, tremor sudah tidak ada di lokasi.

"Deformasi juga menunjukkan adanya penurunan, dan stabil," ucap Surono.

Kadar SO2 di sekitar lokasi yang awalnya mencapai 5,3 ton per hari, saat ini jumlahnya jauh lebih sedikit yaitu 2,1 ton per hari. Sedangkan konsentrasi gas CO2 dan H2S di dekat dasar Kawah Ratu masing-masing sekitar 600 ppm dan 11 ppm.

Meski sudah berstatus normal, ia mengimbau agar pengunjung atau wisatawan tidak turun ke dasar kawah Ratu dan Upas. Bahkan pada malam hari diharapkan tidak tidur di sekitar kiosnya yang ada di dekat Kawah Ratu.

"Walaupun gas sudah turun, tapi masih relatif keluar. Jika mendung, saya khawatir terjadi akumulasi dan tersebar di sekitar Kawah Ratu dan mengganggu warga yang ada di sekitar," jelas Surono.

Warga juga diminta tetap waspada mengantisipasi berbagai hal. "Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dengan isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat," tandas Surono.

Sumber : Detik

BATIK SUBANG


Sejak dikukuhkan menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, batik Indonesia mengalami perkembangan cukup signifikan.  Setiap daerah di Indonesia berlomba-lomba mempromosikan motif batik khas daerahnya, demikian pula daerah yang tidak memiliki  budaya membatik, kini mulai merintis mengembangkan batik dengan motif yang menggambarkan ciri khas daerahnya masing-masing.


Batik dengan motif daun teh dan kukupu

Salah satu pelopor pengembangan batik di Subang adalah Arves Batik yang berlokasi di daerah Cinangsi, Kecamatan Cibogo. Industri batik rumahan pimpinan Bapak Wawang Suwarno ini mulai dirintis sejak sekitar tahun 2009 silam. Disini, batik benar-benar diproduksi dari tahap awal menggambar hingga tahap akhir pemberian warna. Pengrajin batik yang lainnya di Subang, hanya membuat gambar motif kemudian memproduksi batiknya di luar Subang.  


Batik motif ganasan

Motif batik yang diproduksi menggambarkan ciri khas wilayah Subang, diantaranya motif batik ganasan yang terinspirasi corak buah nanas yang merupakan buah khas Subang. Adapula motif sisingaan, daun teh, kukupu dan lain – lain yang menggambarkan flora, fauna dan kekayaaan budaya yang menjadi ciri khas wilayah Subang. 

Batik motif perpaduan ganasan dan flora Subang

Batik ganasan adalah motif yang sangat mungkin untuk lebih dikembangakan dan dapat menjadi motif batik  identitas Subang. Motif Ganasan bisa berupa corak kulit nanas, bentuk buah nanas ataupun bentuk daun nanas.

Batik motif ganasan 



 Motif lainnya :
 Motif Gubernuran



 Motif ganasan yang belum di celup warna


Batik Subang juga pernah diangkat dalam acara MATA LENSA, yaitu sebuah acara bertema fotografi hasil kreatifitas komunitas foto Bingkai Fotografi Subang yang ditayangkan di ANTV. Ulasannya dapt disimak dalam artikel SUBANG DALAM MATA LENSA.



ARVES BATIK
Alamat              : Griya Cinangsi Asri Blok B 256-258 Cibogo, Subang
Contact Person : Wawang Suwarno (Owner)
No. Telepon      : 087828413369 / 085222272099 / 0260-416989